Kamis, 08 Desember 2011

Mencampur Pakan Puyuh dengan Bekatul(Dedak Halus), Baik atau Tidak???

Mencampur pakan. Ya, dulu pernah saya mendengar istilah itu sebelum beternak puyuh, yaitu di ternakan ayam pedaging (dicampur jagung giling). Dan setelah menjalani sendiri usaha ternak puyuh, malah lebih sering mendengar ungkapan mencampur pakan puyuh tersebut. Apa maksudnya?

Mencampur pakan puyuh berarti mencampur pakan pabrikan dengan bahan-bahan alternatif. Yang paling populer adalah bekatul (dedak halus), baru setelah itu jagung giling, polar, bahkan ada yang mencampur juga dengan nasi aking.

Tujuannya tentu untuk meningkatkan keuntungan peternak. Mengenai hal tersebut bisa lebih dipahami setelah menghadapkan antara harga telur puyuh dengan harga pakan puyuh.
Dimana mencampur bahan pakan alternatif yang lebih murah dengan pakan buatan pabrik bisa merupakan solusi, apalagi ketika harga telur puyuh sedang didera cobaan.

Khusus pada postingan kali ini lebih akan mengetengahkan "bagaimana" jika mencampur pakan puyuh pabrikan dengan bekatul (dedak halus). Pembahasan ini saya ambil dari komentar yang dituliskan Bp Puyuh Jepang di halaman "PAKAN TERNAK DAN PERMASALAHAN" blog ini. Jadi bukan tulisan saya pribadi.

Silahkan disimak:

Saya ada sedikit info masalah seluk beluk dedak halus atau bekatul.

ADA APA DENGAN BEKATUL ????? PADA PENGGUNAAN MAKANAN PUYUH.!!!!!!
Mari kita kutip dari beberapa ahli nutrisi, biokimia dan lain-lain.

Bekatul dihasilkan dari penggilingan kembali beras yang sudah pecah kulit dan terdiri dari lapisan kutikula sebelah luar dan sebagian kecil lembaga. Komposisi bekatul menurut sumiarsih (1987) terdiri dari aleoron, lapisan perikarp,embrio dan sebagian endosperm yang hancur berupa tepung yang dihasilkan dari penggilingan padi.

Sifat-sifat buruk / jelek bekatul: ...... Selengkapnya di sini. Terima kasih.

Tidak ada komentar: